Thursday, December 20, 2007

Ini Puisi Louisa

This is a poem by Louisa which I translated it into Bahasa Indonesia.
- English version click here




Selamat Tinggal


ia bergegas di sepanjang jalan sunyi,
kenyataan dapat mencekamnya kapan saja
dengan berbisik pelan di telinga
tentang kenangannya pada kekasih

kolam kesedihan pun mati sudah
dua mesin minuman berdampingan
menjadi saksi dalam sunyi
dan langit runtuh pada kata terucap

taman bermain telah terdiam
menatap gadis dan rahasia dirinya
airmata menyusuri bening pipi
begitu deras walau telihat tenang

sentuhan itu masih kuat tersisa
bagai dua jiwa mesra
tanpa melawan maupun menyerah
lengan menyatu, lidah pun berpaut

sangat pahit, pertemuan mematikan
sentuhan telah mengucurkan darah

perpisahan dilambaikan,
dan dia sadar bahwa akhir telah tiba
aku harus tangguh, katanya

kilau malam telah padam
dan senyum periang telah lenyap

apa yang dibutuhkannya
hanya menjadi cukup kuat untuk katakan
selamat tinggal...

-





It's so sadd... Huaaa....

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home