Ini Puisi Louisa
This is a poem by Louisa which I translated it into Bahasa Indonesia.
- English version click here
Selamat Tinggal
ia bergegas di sepanjang jalan sunyi,
kenyataan dapat mencekamnya kapan saja
dengan berbisik pelan di telinga
tentang kenangannya pada kekasih
kolam kesedihan pun mati sudah
dua mesin minuman berdampingan
menjadi saksi dalam sunyi
dan langit runtuh pada kata terucap
taman bermain telah terdiam
menatap gadis dan rahasia dirinya
airmata menyusuri bening pipi
begitu deras walau telihat tenang
sentuhan itu masih kuat tersisa
bagai dua jiwa mesra
tanpa melawan maupun menyerah
lengan menyatu, lidah pun berpaut
sangat pahit, pertemuan mematikan
sentuhan telah mengucurkan darah
perpisahan dilambaikan,
dan dia sadar bahwa akhir telah tiba
aku harus tangguh, katanya
kilau malam telah padam
dan senyum periang telah lenyap
apa yang dibutuhkannya
hanya menjadi cukup kuat untuk katakan
selamat tinggal...
-
It's so sadd... Huaaa....
- English version click here
Selamat Tinggal
ia bergegas di sepanjang jalan sunyi,
kenyataan dapat mencekamnya kapan saja
dengan berbisik pelan di telinga
tentang kenangannya pada kekasih
kolam kesedihan pun mati sudah
dua mesin minuman berdampingan
menjadi saksi dalam sunyi
dan langit runtuh pada kata terucap
taman bermain telah terdiam
menatap gadis dan rahasia dirinya
airmata menyusuri bening pipi
begitu deras walau telihat tenang
sentuhan itu masih kuat tersisa
bagai dua jiwa mesra
tanpa melawan maupun menyerah
lengan menyatu, lidah pun berpaut
sangat pahit, pertemuan mematikan
sentuhan telah mengucurkan darah
perpisahan dilambaikan,
dan dia sadar bahwa akhir telah tiba
aku harus tangguh, katanya
kilau malam telah padam
dan senyum periang telah lenyap
apa yang dibutuhkannya
hanya menjadi cukup kuat untuk katakan
selamat tinggal...
-
It's so sadd... Huaaa....

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home